Air besar

on

Siang ini aku merasakan nikmat buang air besar yang sungguh hakiki, hajat itu telah terpendam sekian lama hingga akhirnya bisa terseleggara. Prosesi buang hajat ini berlangsung khidmat. Sampai-sampai aku tak terpikirkan untuk melakukan apapun selain mengamati betapa indahnya sisa makanan yang membusuk dalam genangan air dibawahku – coklat, lembek, tidak berbentuk, jijik, dan bau. Aku merasa sangat luput selama ini telah melewatkan hal terindah yang selalu menjadi bagian hidupku.

Benda ini mulanya adalah barang mewah lho, tapi – entah apa yang terjadi – bentuk, rasa, warna, aroma, dan segalanya berubah menjadi benda yang sedemikian rupa. Peristaltik, pengasaman, penyerapan, pemadatan, aku pernah belajar itu di sekolah. Katanya, merekalah proses yang berada dibalik keindahan ini.  Manusia membutuhkan energi, maka diseraplah nutrisi dari makanan. Zat yang beracun diurai, sedangkan yang tidak diperlukan tentu saja dibuang. Prinsip yang sederhana sebenarnya, manusia juga menerapkan ini dalam memasak misalnya, atau bidang pengolahan lainnya. Namun yang menjadikannya menarik ialah ketidakmenarikannya itu sendiri. Bayangkan apabila ampas yang kita hasilkan ternyata sama menariknya dengan zat yang kita makan. Mencium aroma Indomie saja rasanya aku sudah tidak tahan untuk menyantanya lagi. Tak peduli dengan sifat yang dimilikinya apakah termasuk ampas atau bukan.

Namun yang menjadikannya istimewa adalah manusia sendiri tidak mampu untuk melakukan mekanisme ini sendiri – secara sadar. Benar, kalau tidak salah Mbah Nun pernah bilang, “Wong menungso ki nggawe telek e dewe – sing notabene hal paling hina dalam tubuh awak dewe wae raiso kok. Ngunu kok jare urip iki tercipta secara kebetulan, njuk kowe mbendino ngising ki mergo telekmu sing tercipta secara kebetulan?” Tidak terbayang betapa direpotkannya manusia jika harus secara manual memilah antara ampas dan gizi dari apa yang dimakannya setiap hari. Sebegitu kompleksnya hal kecil dalam tubuh manusia yang bisa membuat kita bersyukur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s