hanya ingin

Tubuh ini lelah, cinta

Ia mengerang, memohon

Demikian pula mata,

“sudah cukup” ujarnya

Kami muak dengan pelampiasan

Nyatanya aku tetap hampa

Inginku pulang kedalam dekapmu

Cinta, walau ku tak pernah punya

Ingin rasanya mendengarmu

Membutuhkanku, kembali

Selama ini tidak,

Pernah ucap demikian

Kini kau genggam kebebasan

Meski aku terkunci

Kita inginkan yang terbaik

Berat aku melupakan

Advertisements