Rumah Sejati

Empat puluh tahun kutanam benih padi
Tumbuhnya rumput dan alang-alang
Sepanjang hidup kutaburkan benih ikan di kolam
Jadinya katak, cacing dan kadal

Aku memasak beras tak me-nasi
Aku memintai benang tak meng-kain
Aku dirikan rumah dikeroyok tukang tadah
Aku tegakkan maqamat dibatalkan oleh para penjilat

Empat puluh tahun kususun nada tak berbunyi lagu
Kubikin rumah ibadah berkembang jadi pasar
Kudirikan istana berubah jadi sarang harimau dan naga
Coba kutulis puisi, oleh Malaikat direbut tanpa bisa kubela diri

Lantas kubilang kepada Tuhan ini ceritanya gimana
Katanya aku disuruh jadi manusia bersama manusia
Sekarang sampai badanku renta dan jiwaku menua
Tak satu apapun yang berhasil kupahami tentang mereka

Akhirnya kutertawakan diriku dengan kalimat Tuhan
Dunia hanya hiasan, senda gurau dan permainan
Kau sudah di dunia kenapa kau kejar-kejar dunia
Kau cuma singgah di bumi, kenapa kau sangka rumah sejati

Sebuah puisi karya Emha Ainun Nadjib (1996)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s