Blue-winged Swallowtail

Aku dapat mendengar jelas betapa tidak teraturnya aku bernafas. Kedua kaki ini masih berusaha menendang-nendang ruang kosong dibawah, walau tidak ada sedikitpun gaya dorongan yang kuterima. Aksiku minus reaksi—mungkin hukum ke-III Newton tidak berlaku disini. Pikiranku kosong, namun tidak cukup kosong untuk melupakan keadaanku sekarang.

Rasanya agak bodoh untuk melakukan sesuatu yang jelas tidak aku mampu, naik keatas perahu. Ya, ini memang tantangan, karena semua orang di timku kehabisan air—kecuali dua orang senior. Lalu skipper kami menawarkan, “siapa yang berani keluar dari perahu lalu berhasil naik lagi, kita beri hadiah seteguk air (bersih).” Aku turun, Mas Ighfir dan Sidiq juga turun. Waktu berjalan, mereka sudah berhasil turun naik dua kali—pertama untuk minum mereka, kedua untuk minum rekan perempuan kami—sedangkan aku, walaupun sudah mencoba puluhan kali, tetap saja. Katanya aku kurang memanfaatkan momentum. Cukuplah, aku tidak mengharapkan seteguk air itu. Aku hanya berharap akan ada seseorang yang iba lalu menyelamatkanku, tidakkah mereka melihatku sudah berusaha? Ya nyatanya tidak. Haruskah aku bersusah-susah macam ini hanya demi seteguk air?

Kini aku masih terombang-ambing di permukaan sungai, beratapkan langit biru dengan cahaya matahari yang menyembul-nyembul dibalik ranting dan dedaunan hutan hujan dipterocarpus. Ah sudahlah, kuserahkan nasibku sejenak, aku ingin terus menikmati manisnya kepanikan ini. Terseret air, tersentak pillow, dan boulder biarkan sajalah, tak peduli. Sampai tiba saatnya ketika sekelebat warna cerah melintas didepanku — blue- winged swallowtail — bergerak naik turun di sumbu Z, tertiup angin di sumbu Y, dan maju dengan perlahan (tapi pasti) kearah sumbu X positif. Ia payah, kesusahan, namun tidak menyerah. Kulihat ia menuju suatu persinggahan, batu, mungkin ingin beristirahat dan piknik sejenak—”dug” aku membentur boulder lagi. Aku heran, apa tujuan makhluk kecil nan cantik ini terbang rendah ditengah sungai? Kukira tidak secuil pun nektar tersisa disini, apalagi bunga. Kasihan.

Tunggu sebentar, ada yang aneh disini. Mengapa aku justru mengasihani seekor kupu-kupu, sedangkan keadaanku sekarang masih belum lebih baik dari sebelumnya. Tidak mungkin selamanya aku mengambang di sungai padahal perjalananmu masih 7 km lagi, bodoh.

Sebenarnya sejak tadi semua orang sudah meneriakiku untuk segera naik ke perahu. Hanya saja selama beberapa menit yang lalu, gendang telingaku telah berhasil menyeleksi suara manusia supaya aku hanya terfokus pada alam. Kemudian, baru kusadari intensitas keberadaan boulder kini semakin meningkat. Pertanda bahwa jeram sudah dekat—namun juga sebuah kesempatan emas untuk menyelamatkan diri. Aku memang tak bisa naik ke perahu karena tanganku tak cukup kuat untuk mengangkat beban tubuhku keatas. Tetapi aku bisa menggunakan batu-batu ini sebagai pijakan untuk naik ke perahu. Tanpa pikir panjang, begitu ada pillow yang menyentak badanku, aku langsung berdiri dan …
“byuuurr” ternyata yang barusan tidak cukup besar sebagai pijakan, sementara gerak perahu semakin cepat. Seharusnya aku melakukan scouting untuk menentukan pillow atau boulder mana yang dapat menaikkanku keatas perahu. Tetapi, semua itu sudah terlambat, gemuruh suara jeram semakin keras terdengar dan aku tak akan punya cukup banyak waktu. Ayolah. Berpikir.

“BROOOSSHH” “BHYAAARR”

“Ayo haam! Cepat naik! Jeramnya sudah di depan mata!”

*fade to black*

.

.

.

Ya, entah bagaimana ceritanya aku bisa naik lagi ke atas perahu, yang kuingat, aku gunakan batu sebagai pijakan untuk menyelamatkan diri, dan aku dapatkan seteguk air bersih. Meskipun tak cukup melepas dahaga.

Padahal ‘perjuangan’ ini masih tidak ada apa-apanya dibandingkan jutaan orang diluar sana yang benar-benar harus mempertaruhkan hidup mereka, hanya demi, air.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s